Setiap tahun, PT Garuda Indonesia Tbk mendatangkan rata-rata 20 unit pesawat baru untuk memperkuat armadanya. Sebagai konsekuensinya, maskapai pelat merah ini membutuhkan rata-rata 80 pilot baru tiap tahun.
Direktur Operasi Garuda Novianto Herupratomo memberi bocoran, untuk dapat menjadi pilot di Garuda, harus terlebih dahulu mengikuti pendidikan di sekolah penerbangan yang telah bekerja sama dengan Garuda.info lebih lanjut
"http://finance.detik.com/read/2014/08/15/182921/2663774/1036/garuda-butuh-80-pilot-tiap-tahun-ini-syarat-masuknya"
Pemerintah mencabut subsidi pendidikan untuk sekolah pilot negeri di Indonesia. Mulai tahun depan (2015), murid tak bisa bersekolah pilot gratis lagi.Saat ini sekolah tinggi penerbangan negeri yang menghasilkan pilot-pilot di Indonesia masih disubsidi oleh pemerintah. Untuk menempuh pendidikan pilot, mereka membayar hanya Rp 30 juta sampai Rp 50 juta untuk keperluan pribadi, seperti seragam. Biaya praktik dan sebagainya ditanggung oleh negara. Sebagai pembanding, di sekolah penerbangan swasta, biaya sekolah pilot hingga lulus selama 18-24 bulan mencapai Rp 700 juta.
Menurut Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, sekolah untuk pilot tidak perlu disubsidi. ”Sekolah yang disubsidi itu ya SD, SMP, SMA. Kalau pilot sekolahnya mahal, tetapi begitu lulus gajinya besar,” kata Jonan saat berkunjung di Sekolah Tinggi Penerbangan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu.
Ke depan, sekolah-sekolah yang berada di bawah Kementerian Perhubungan, antara lain sekolah tinggi penerbangan dan sekolah tinggi pelayaran, akan diubah statusnya menjadi badan layanan umum (BLU). Beasiswa tetap ada dan hanya diberikan kepada murid yang sesuai kriteria.Meski subsidi dicabut, Jonan yakin jumlah kebutuhan pilot tetap terkejar. Maskapai itu sendiri yang akan memenuhi kebutuhan pilot, di antaranya bekerja sama dengan sekolah swasta.
Menurut Kepala Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Yudhi Sari, total ada 300-an lulusan pilot yang dihasilkan dari sekolah negeri dan swasta setiap tahun. Sebanyak 250 di antaranya merupakan lulusan dari dua sekolah penerbangan negeri, yakni Sekolah Tinggi Penerbangan Curug, Tangerang, Banten, dan Sekolah Tinggi Penerbangan Banyuwangi, Jawa Timur..
http://www.flyperkasa.com/berita/mulai-2015-sekolah-pilot-milik-pemerintah-tak-gratis-lagi/

About
Tags
Popular
0 komentar:
Posting Komentar